Polri Tangkap 200 Terduga Teroris Pasca Bom Surabaya

Mei 2018 yang lalu Surabaya digemparkan dengan kejadian ledakan bom dahsyat di sebuah gereja. Hebatnya ledakan tersebut mampu mengguncang tempat ibadah yang saat itu sedang di pakai untuk menjalankan ibadah umat kristiani. Banyak korban yang berjatuhan pada saat itu termasuk pelaku bom yang ditengarai melakukan bom bunuh diri.

Hasil pengembangan dari kasus bom Surabaya tersebut menguak beberapa jalan untuk Polri demi mengusut tuntas jaringan teroris yang ada di Indonesia. Tak heran jika hingga saat ini menurut Kapolri Tito Karnavian, ada sekitar 200 terduga teroris yang sudah di tangkap dan di amankan oleh pihak berwajib.

Beberapa Fakta Dari 200 Terduga Teroris Yang Ditangkap Pasca Bom Surabaya

Melihat banyaknya aksi dari para teroris jelas Polri tak akan tinggal diam dengan berbagai aksi membahayakan masyarakat tersebut. Meski beberapa orang menyayangkan kekerasan yang terjadi saat proses penangkapan, namun pihak Polri beralasan bahwa hal itu terjadi karena dari pihak terduga teroris sendiri melakukan perlawanan. Dalam aturan PBB sendiri mengatur tata cara sebuah negara untuk membela rakyatnya saat ada ancaman bahkan dengan penggunaan senjata sekalipun.

  • Terduga teroris yang tewas

Dari sekitar 200 orang yang menjadi terduga teroris, kurang lebih ada 20 orang yang tewas karena di tembak polisi. Yang terakhir adalah 3 orang yang di tembak di Kaliurang Yogyakarta karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap petugas. Polisi terpaksa mengambil tindakan untuk menembak karena memang ulah terduga teroris juga mengancam keselamatan masyarakat yang ada di sekitarnya.

  • Jaringan panutan

Di yakini para terduga teroris tersebut memiliki sebuah jaringan yang mereka jadikan panutan. Dari hasil penyelidikan dengan sumber terduga teroris yang sudah tertangkap di ketahuilah bahwa mereka memiliki panutan yaitu jaringan Jemaah Ansorut Daulah atau yang di singkat JAD. Dari sinilah kemudian Polri mengusut jaringan dan di dapatkan data lengkap untuk menuntaskannya hingga ke akar masalah.

  • Strategi polisi

Dan dengan adanya pengembangan dan penyidikan yang di lakukan pada terduga teroris maka Polisi bisa membuat strategi untuk mengatasi dan mengantisipasi ancaman bahaya yang datang dari para teroris tersebut. Banyak sekali kasus aksi teroris yang justru membuat masyarakat sipil kehilangan nyawanya atau bahkan terluka. Bukan hanya itu saja banyak juga para petugas kepolisian yang terluka dan tewas karena aksi bom mereka.

Maka Polri merasa harus bertindak tegas agar supaya bisa memberantas kejahatan teroris yang semakin membahayakan keutuhan dan kesatuan Republik Indonesia. Namun untuk mewujudkan hal tersebut tentunya diharapkan ada kerja sama yang baik dari masyarakat, Polri dan berbagai pihak lainnya agar supaya upaya mereka bisa berjalan baik dan sesuai rencana. Demikian ulasan singkat dari hasil pengembangan penangkapan terduga teroris pasca tragedi bom Surabaya.

Leave a Reply